Yup, udah seminggu lebih net wireless mati,mungkin kesamber petir kale (skrg juga masih mati.. T_T).. Siigh, rasanya susaaah banget hidup ini. Hahahaha, emang sih jelek banget ketergantungan sama internet. Yah, itulah kalau udah “ketagihan” hehehe.. Well, aku bakal lanjutin cerita bout my first love ok! Yang blum baca Part I, scroll aja ke bawah dan baca Part I dulu ok!! ^_^

My First Love - Part II

Waktu itu dia udah mau berangkat, dan dia berkata kalau dia nggak bakal kembali lagi ke Jakarta, dia cuma nitip pesan kalau aku tuh harus kuat, harus ceria seperti aku yang dia kenal selama ini. Masih ada satu kata yang aku inget dari dia, “ Lin, lihat deh bintang-bintang di langit sana..? Banyak bintang yah hari ini, nggak kayak biasanya..” Dan emang saat itu langit bener-bener indah, banyak banget bintang diangkasa. Ini juga kebiasaan kalau ngobrol, karena kita cuma bisa lihat bintang bukan wajah masing-masing.
“Kamu lihat ada satu bintang yang terang di kanan itu, bintang itu pas didepan kamu kan..? Saya mau kamu tetap menjadi bintang yang menerangi gelapnya malam..” So sweet, saat dia mau pergi, masih sempatnya dia berkata seperti itu.
Saat itu aku cuma bisa terdiam, yah.. dia mau pergi dan menguburkan semua harapanku. Aku tidak kuasa untuk menahan dia, aku masih nggak ada ikatan apapun, jadi cuma bisa pasrah aja deh.. Dia juga masih sempat memberikan sebuah cincin!! Cincin emas dengan pita kecil ditengahnya. Wah, entah dari mana cincin dan apa maksudnya , nggak ngerti juga deh.
Sampai saatnya salam perpisahan itu, aku nggak nangis.. sama sekali nggak nangis, tapi pas aku masuk kamar, meledaklah tangis itu. Yang ada, aku nggak bisa tidur, mataku udah nggak sanggup terbuka lagi. Sampai pagi, aku bener-bener merasa hampa. Bahkan sampai disekolahpun, aku masih terus menangis, dan semua teman-teman pada kebingungan. Dan hal itu terus berlanjut kira-kira 1 bulan lebih.

Enam bulan aku menderita dan tetap berharap dia kan kembali. Sampai suatu saat mbak (pembantuku) bilang, kalau dia lihat calvin datang dan di depan rumahnya (sebelah rumah ku). Aku cuma bisa bilang sama mbak, “mbak, mimpi ah.. jangan berharap dia kembali,dia udah pergi dan nggak ke Jakarta lagi”. Malamnya, aku naik ke atas, ketempat biasa kita ngobrol, padahal aku tau dia udah nggak ada, tapi yah.. aku cuma mau menikmati sedihnya mengenang semua yang udah terjadi enam bulan lalu.

“sst.. cewek, apa kabar..?”, Aku kaget banget.. suara itu.. ya suara itu! Aku langsung manggil dia, “Calvin..!!”. Dan seketika itu, aku senennnngg luar biasa. O My God.. aku akhirnya bisa ketemu dia lagi, dia balik lagi ke Jakarta. Akhirnya aku bisa ketemu dia, aku bisa lihat dia lagi.

Waktu berjalan cepat, dan aku setiap hari ngobrol dan saling curhat, saling support sampai waktu berjalan setahun. Tapi dalam setahun itu, nggak ada satupun kata-kata komitmen diantara kita. Aku nggak berani ungkapin kalau aku sayang sama dia, entah gimana isi hati dia. Tapi ya itulah cinta, mengalahkan logika dan aku nggak peduli dan tetap ingin menunggu dia.

Sampai 2 SMA, aku akhirnya mencoba untuk memberikan seluruh perhatianku sama dia. Di SMA baru ini, aku ketemu teman sebut aja Ita. Ita teman baikku, dia suka dengerin kalau aku tuh curhat tentang Calvin dan dia juga suka curhat tentang cowok yang dia suka. Suatu saat, karena Ita lagi main dirumah, dan waktu Ita mau pulang, aku ketemu Calvin dan Andi temannya didepan rumah, dan aku kenalkan pada Ita. Dan mereka akhirnya berkenalan, aku senang banget karena Andi itu orangnya baik, dan aku udah menyusun rencana buat comblangin sama Ita.

Tanggal 31 Desember 2000, aku diajak pergi sama Calvin CS untuk muter-muter Jakarta. Yah, ini kan malam tahun baruan,jadi aku seneng banget bisa pergi sama Calvin CS.. Entah gimana awalnya, sesaat sebelum pergi jalan mungkin sekitar jam 10an malam, akhirnya aku dan Calvin berkomitmen untuk menjalani hubungan lebih dari seorang teman. Aku seneeenngg bangeeett.. sampai nggak terbayang rasanya ketika saat itu akhirnya aku punya “hubungan” dan bukan lagi sekedar mengharapkan dia. Dan aku berangkat jalan itu dengan hati berbunga-bunga…..

Lalu, gimana kisah kelanjutannya..?

Next on My First Love : Dia ternyata sering sakit, sakit dan sakit. Bahkan saat pergi ke mal pun. Dia nggak tahan sampai minta pulang duluan. Aku sampai bingung banget harus ngapain saat itu.. Tunggu di episode berikutnya ok..!! See ya!