Gelas?!!
Kok gelas sih?? Tunggu.. sabar guys. Aku disini lagi mau cerita sang gelas..! Look at the process..!!

I want to share my another story..
Beberapa minggu lalu, aku pergi survey ke pabrik tableware, PT. PASARI, yang ada di daan mogot.. Disana, aku diajak ke pabrik pembuatan tableware (kita ambil perumpamaan gelas aja). Luas pabrik itu beratus-ratus meter persegi, sampe hektar kayaknya..^^
Belum lagi dapurnya.. Whooaaaaa.. puaanaass banget, disana bisa sauna GRATIS.. I think, aku turun 2-3 kg dari sana.. Itu aja baru dapur luar, sedangkan didalam bisa sampai 1300 derajat celcius.

Aku masuk bersama 2 orang teman, dan kita masuk kedalam ruang pertama. Ruang pertama, aku melihat begitu banyak bahan baku untuk membuat gelas, ada beberapa jenis pasir, beling-beling dari cacat produksi, serta bahan kimia yang cukup banyak. Aku memperhatikan bagaimana proses pembuatan gelas tersebut. Dari awal, bahan-bahan kimia itu dicampur dengan takaran-takaran yang rumit. Mungkin jumlah bahan kimia itu 7-8 macam.. Aku melihat setelah kimia ditakar, lalu digabungkan dengan jumlah ratusan kilogram pasir. Sebelumnya, pasir dimasukkan kedalam sebuah bak yang luas,dan campuran / mix dari kimia itu dijalankan seperti eskalator menuju bak yang luas itu. Ketika semua kimia tercampur dengan pasir, lalu bahan campuran / mix itu berjalan ke tempat berikutnya. Mix masuk melalui selang dan disalurkan kedalam mesin yang pertama. Didalam mesin tersebut, mix itu dipanaskan.. dan metodenya seperti truk semen yang memutar-mutar adonan itu.. Udah di puter-puter (es puter kale..), maka jadilah suatu larutan.. Larutan tersebut terus dialirkan ke mesin berikutnya .

Mix mulai berjalan kearah dapur.. Mix itu masuk ke mesin kedua, dan dipanaskan.. Mungkin lebih tepatnya seperti dimasak kali. Mesin tersebut begitu besar, seperti tungku nenek sihir yang dimasak dalam keadaan puanaas sekali..

Aku nggak bisa bayangin kalau makhluk hidup masuk kesana, pasti deh.. tulangnyapun lumer. Aku memperhatikan ternyata mix itu tidak berhenti sampai disana. Mix itu berubah menjadi cairan kental / seperti larutan kimia.. Kalau mau dibayangkan, larutan itu seperti lahar gunung meletus.. huu..serem na.. Dan larutan itu lalu kembali berjalan melalui pipa pipa besar yang menghubungkan tungku tersebut ke mesin berikutnya. Aku berjalan menyusuri pipa itu, bahkan sempat di ajak melihat tungku dari dekat, tapi karena aku nggak tahan sama puaaanassnya, aku nolak deh , kayaknya kalau masuk kesana aku bisa lumerrrr.. hohohoho.. Akhirnya larutan itu sampai ke mesin ketiga dan larutan itu dipotong-potong.. lho..kok..??!!?

Di Mesin ketiga, larutan seperti tetesan air yang besar-besar dan berwarna merah-kejinggaan karena saking panasnya itu larutan, makanya aku nggak berani deket-deket, kalau sampai ketetesan larutan itu, pasti kulitku meleleh deh :(
Ketika tetesan itu jatuh, saat itu juga, larutan itu digunting sama gunting raksasa, jadinya, setiap hasil guntingan, otomatis masuk kedalam cetakkan..

Selesai??? Tentu tidakk!! Setelah masuk kedalam cetakkan, larutan itu dipanaskan lagi dimesin yang lain.. Dari situ, gelas-gelas akhirnya keluar dalam keadaan berwarna yang masih agak kemerahan akibat terlalu panasnya pembakaran tersebut.. Sampai disini, perjalanan belum juga tuntas.. Setelah dibakar berkali-kali, gelas itu “ditonjok” sama semacam besi/ tiang untuk menempelkan merk dari gelas tersebut. Gelas tersebut ternyata bukan hanya dibakar, tapi juga di beri merk dengan cara menonjok besi pada sisi bawah gelas.

Tunggu, ini belum selesai.. setelah di tonjok sama besi untuk merk, si gelas ini lalu masuk ke dalam oven lagi..!! Yah.. disini bisa dibilang pemanasan untuk terakhir kalinya.. Gelas-gelas berjalan sendiri, secara bersama-sama gelas itu berdiam dalam oven selama 1 jam. Wah, setelah 1 jam lewat.. Akhirnya sang gelas tercipta dan keluar dari oven dengan gagahnya.. Tapi.. duh, diujung mesin tuh ada orang yang melototin gelas itu, mereka melihat apa ada cacat produksi ?? Hhmm…cacat sedikit aja, mereka nggak segan-segan membuang gelas itu kedalam satu bak besar , yang nantinya gelas cacat itu bakal dijadiin beling-beling untuk bahan baku berikutnya. Sesudah dipilih,lalu sang gelas masuk kedalam dus kecil, dus besar, peti kemas, dan container. Sang gelas akhinya menunggu Sang Pembeli untuk membawanya pulang..

Apa sih yang aku mau ceritain disini.. Well, kalau di perhatiin, keadaan pabrik itu seperti kehidupan kita. Semenjak lahir, kitapun mulai di campur-campur dengan kimia keluarga, saudara , teman, pendidikan, masyarakat, budaya dan spiritualitas kita. Kehidupan terus berjalan, semakin dewasa kita, semakin kompleks dan rumit pula permasalahan yang kita hadapi. Lihat deh , ketika beberapa kali hidup kita di panaskan.. Jangan aneh kalau kita mendapat masalah, seperti sang gelas, hidup kita juga diproses melalui mesin-mesin, mesin keuangan, mesin kehidupan, mesin pendidikan dll. Pernah nggak terjadi dalam hidup kita: Ketika kita mencurahkan segala usaha yang terbaik kita untuk orang, tapi mereka nggak menghargai , bahkan mereka acuh terhadap usaha kita. Mungkin orang-orang akan membuang kita seperti gelas yang cacat produksi.. Tapi kita bisa bangkit dan harus bangkit !

Janganlah kita terpuruk atas kegagalan yang kita rasakan. Dari kegagalan itu, dari kehancuran itu, kita dapat me-recycle kembali kehidupan kita. Kita memang menjadi beling-beling, tapi kita akan tetap berdiri dan bangkit untuk terus diproses. Kadang-kadang kita berpikir, kenapa sih kita di proses seperti ini, kenapa harus jatuh bangun…? Ini semua karena Tuhan mau supaya kita berubah menjadi lebih baik dan lebih baik.. Pengalaman pahit, proses kekecewaan bukanlah suatu hal yang pantas disesali. Tuhan mengijinkan ini supaya kita tau dan kita beranjak bangkit dari kegagalan.

Lewat tulisan ini, ijinkan satu menit saja untuk merenungkan kenapa sih kita masih bisa hidup? kenapa kita masih bisa berinternet ria, masih bisa membaca, masih bisa bernafas??? Ya..!! Begitu besar kasih Tuhan yang masih mengijinkan kita untuk berubah menjadi lebih baik, dan semakin baik.

Dari waktu ke waktu, Tuhan menunggu kita untuk suatu perubahan kearah yang lebih baik..
Melalui tulisan ini pula.. ijinkan satu menit lagi untuk mengucap syukur kepadaNya, DIA yang udah mengijinkan kita hidup kan? udah mengijinkan kita masih mempunyai kesempatan?? Mengijinkan kita untuk masih bisa membuka dan membaca blog ini?? Diluar sana, masih banyak orang-orang di jalan yang nggak tau bagaimana dll..
So.. Kenapa kita nggak ambil satu menit saja untuk berterima kasih..?? Berterima kasih bahwa DIA masih mau menunggu kita untuk berubah menjadi lebih baik. Ini bukan lagi kesempatan, tapi ini adalah waktu yang sengaja Tuhan berikan untuk kita pribadi lepas pribadi. Jadi, apakah kita sudah mengucap syukur karena proses-proses yang kita lalui? Silahkan, sisakan satu menit saja.. dan bagikan pengalaman ini kepada yang lain. Kepada orang-orang yang belum mau berubah menjadi lebih baik.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca..
hehehe..serius amat yak.. !!!

God bless you