Jaringan 21 Cineplex mendapat pesaing baru. Yaitu Blitz Megaplex, yang mengawali “ekspansinya” dari kota Bandung. Bioskop dengan 9 studio ini dilengkapi dengan layanan hiburan lainnya seperti digital cafe, live music, DJ Performance hingga billiar.
Blitz Megaplex mulai beroperasi pertengahan Oktober 2006 lalu. Lokasinya terletak di sebuah kompleks perbelanjaan, kafe dan restoran bernama Paris Van Java, di bilangan Sukajadi, Bandung. Bangunan Blitz terdiri dari tiga lantai dengan sembilan studio pemutaran film yang masing-masing berkapasitas 370-392 tempat duduk, dan teras luar tempat menghadirkan live music. Interiornya di design dengan konsep minimalis dan futuristik.
Menurut Wendy Soeweno, Marketing Manager Blitz, konsep itu ditujukan untuk menggaet penonton anak muda. “Kami pengennya diterima anak muda. Kenapa memilih segmen anak muda, karena menurut kami anak muda itu punya lebih banyak waktu untuk nongkrong.
Sehingga bisa memanfaatkan berbagai fasilitas one stop entertainment kami. Setelah beberapa kali melakukan tes, design yang modern, simpel dan futuristik itulah yang cocok dengan selera anak muda,” ujar Wendy. Sambil menunggu, penonton bisa memilih hiburan lain yang disukai. Tak hanya design interiornya yang berbeda. Di Blitz, penonton akan dilayani oleh anak-anak muda yang tampak energik dan berpakaian kasual. “Biar bisa satu bahasa dengan target pasar penonton kami,” sebut Wendy yang telah mendapat pelatihan bersama CEO dan staff lainnya di Malaysia, dengan konsultan Golden Screen Cinema dari Singapura.
Selain fasilitas dan pelayanan yang berbeda, Blitz memutar film dengan lebih beragam. Dari film Hollywood, Indonesia, animasi Korea, kartun Jepang, horor Thailand, bahkan film independen dalam dan luar negeri. “Fokus kami bukan hanya film Hollywood, tapi juga non Hollywood, terutama sekali film-film Indonesia. Kami sangat konsen terhadap film Indonesia, kalau bisa ikut mengembangkan,” kata Wendy.
Dengan layar yang lebih banyak, juga memungkinkan Blitz “menahan” film lebih lama diputar. Uniknya, meski menetapkan jam tayang, Blitz tidak menetapkan di studio mana film tersebut akan diputar. “Tayangnya enggak straight. Sistemnya di rol aja. Mana studio yang lagi kosong, ya, diputar aja film yang ada,” masih kata Wendy.
Dengan tempat yang lebih bagus dan layanan yang lebih beragam, Blitz ternyata menawarkan harga yang tak jauh beda dengan bioskop sebelumnya. Untuk film Hollywood, dipatok harga karcis Rp. 25 ribu. Sedangkan film non-hollywood senilai Rp. 15 ribu. Perbedaan harga tersebut, menurut Wendy terbilang wajar, karena distributor filmnya juga berbeda. “Film Hollywood kan sudah jelas distributornya 21 cineplex. Jadi harga karcisnya juga enggak bisa jauh beda. Tapi kalau distributor lain yang non hollywood kita bisa dapat lebih murah, kenapa enggak?”
Sebagai contoh, saat film Kuntilanak dan Denias diputar di Blitz, setiap penonton diberi Pop Corn Gratis dengan ukuran besar. Bahkan 18-20 Oktober yang lalu, Blitz memutar film-film Indonesia seperti Ada Apa dengan Cinta, Berbagi Suami, Mengejar Matahari, Janji Joni, Ca Bau Kan, Arisan, dan lainnya secara gratis.
Tahun ini Blitz juga akan buka di Jakarta, di Grand Indonesia (eks Hotel Indonesia). Tahun depan, masih di ibukota, rencananya Blitz akan buka lagi di kawasan Bursa Efek Jakarta dan Kelapa Gading. Sedangkan tahun berikutnya lagi dua lokasi di Jakarta Selatan sedang diincar. Mengenai pemilihan Bandung sebagai tempat pertama, kata Wendy, “Waktu itu sebenarnya ada 2 pilihan, Grand Indonesia dan Bandung, tetapi kebetulan yang Grand Indonesia telat pembangunannya. Selain itu, kami pikir anak-anak Bandung itu juga jauh lebih multi antusias. Jadi Bandung kami pilih sebagai pilot projectnya, kalau ada kesalahan-kesalahan, nanti bisa belajar dari Bandung.”
Tak lama lagi Blitz juga akan menyiapkan layanan pesan (booking) tiket lewat internet, ATM, SMS, dan call centre. Jadi sekarang sudah tidak jamannya lagi antri panjang-panjang untuk menonton film.
|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|-|
My Comments :
Ciiiiiiiiiieehh.. pantesan aja 21 cineplex turun harga..
But, Blitz emang punya dobrakan baru. Emang sih , kedengeranny simple, “one stop entertainment” tapi coba deh,selama ini nggak kepikiran untuk jadi mal di dalam bioskop, bukan bioskop didalam mal..
Great Idea!! Blitz perdana ditempatkan di Bandung juga merupakan suatu ide yang brilian, mengingat mal di Bandung tidak “sejamur” di Jakarta, dan jangan salah…. Banyak mojang dan akang Bandung tuh royal bo!! Dari penampilan dan gaya, Bandung nggak kalah sama Jakarta, malah kalau mau dibilang, Bandung itu “harajuku”nya indonesia
Dan lagipula segmentasi pasar ini adalah anak muda, yang “rela” mengeluarkan uangnya untuk have fun bareng teman-teman..
Tapi kalau dilihat dari berita, Blitz udah “mengudara” sejak Oktober tahun lalu.. Waktu itu 21 cineplex masih penuh bin antri… Aku rasa, justru semenjak harga diturunkan oleh cineplex, orang-orang pada penasaran, dan eng ing eng…. ketauan deh ada BLITZ, dengan demikian BLITZ semakin terkenal karena “promo”nya Cineplex…
Well, welcome Megaplex , kedepan pasti banyak megaplex-megaplex berikutnya
Yang udah pernah kesana, coba kasih kesannya donk ok…

















tapi kayanya sih Blitz masih kalah dengan 21 cineplex karena 21cineplex itu sudah membangun studio 21 yang lebih mewah, ya itu Studio XXI dan The Premiere. Blitz sih memang enak untuk nonton sih, tapi tempat duduknya lebih nyaman dan empukan XXI Theatre. Satin loungenya juga bagus banget. tapi tempat duduknya terlalu jauh dari layar. kayanya sih dari pengalaman saya, no hard feelings, XXI Theatres and The Premiere memang senjata nya 21cineplex karena lihat saja kalau masuk ke XXI Theatre yang baru. Dalamnya itu sangat mewah! tempat duduknya juga enak lagi! apalagi di Premiere! Bangkunyta kaya bangku first class SQ. tapi Blitz memang enak untuk nonton. tapi yg sekarang tempat yang masih paling ngetop itu Studio XXI sama Premiere di PIM2, SenCi, PS, ama E’X.
Comment by Stefan — June 6, 2007 @ 10:01 am
kta Gw sech blitz emang keRen
tapi bagi gw itu kmahaLan!!
jadi mikir2 dlu klo mw nontn di Blitz.
jd gw menDing nonton di 21 . .
Comment by tya — April 21, 2008 @ 8:19 am