
Ini kali di depan rumah, mengalir ke arah jembatan dua..jadi aman deh kite!
Banjir, kota Jakarta banjiiirrr.. Not at all actually, it’s just some of locations are not flooded, including my house. LoL… Sejak hujan pertama kali di tahun 2007 terjadi pada tanggal 1 Januari 2007, kalau nggak salah itu sore, dan hanya gerimis saja… Sejak itu, hujan tidak pernah turun hampir 1 bulan. Aku pikir, kok hujannya cuma 1 hari aja sih? I mean, Jakarta was so hot in that week! I can’t understand why rain not falls in “rain season”, i hate when Jakarta is feel hot. Sampai pada hari kamis malam tanggal 1 februari, hujan sudah mengguyur Jakarta dan tanpa di duga hujan turun sangat deras,my thought is yeaaaah akhirnya Jakarta hujan lagi. And don’t know why, I love rain.. even it’s makes some places will be flooded, I’m still love “rain season”. Feels so refresh our souls.. Di kantor aja kalau lagi ujan, aku seneng banget (pastinya lagi di dalam kantor), eventho di ruangan IT dingiiiiiinnn sekali, aku seneng liat pohon-pohon dan jalan pada basah. Mungkin karena tinggal di Jakarta yang penuh dengan asap polusi kali ya? Jadi ketika hujan datang, bau asap nggak bakal kecium tuh
Yang ada, wangi daun dan tanah basah yang kadang-kadang kangenin kita ke kampung halaman (kayak punya kampung aja hahaha).
Jam 7 kurang, aku udah dapat busway, dan Thank God bisa duduk di dalam. Ternyata perjalanan busway itu cepet banget, biasa 20 menit sampai karet, kemarin itu hanya 10-15 menit. Cool… tapi sayang, hujan sudah mengguyur, dan aku lupa bawa payung,karena payungku ada di kantor. Sampai akhirnya aku nekat pakai jaket penutup kepala dan langsung ujan-ujanan dari halte busway ke pool mikrolet. Di sana, jalan sudah mulai macet, dan jarak tempuh yang biasa kurang dari 10 menit sampai di depan kantor, terpaksa hari itu ditempuh dalam waktu lebih dari 30 menit. Wohoo~ TERNYATA… eh ternyata maceeeet benerrr.. Tapi akhirnya sampai juga di kantor jam 8.06!! Bukannya malah kesel karena telat absen dan jadi merah, tapi aku malah cengar cengir bangga , karena ternyata aku orang ke empat yang pertama kali datang ke kantor itu, dan 3 orang tsb adalah anak IT! Hehehhee.. you r cool guys! :p

Beberapa meter dari kantor, sebelah kanan lebih dalam lagi,mobil-motor tidak bisa lewat!
Setelah jam 10an, baru para karyawan berdatangan dengan berbagai cerita disini banjir, disini segini, di situ semeter, dll. Sesudah berbagi suami eh..berbagi cerita, kita mencoba untuk mulai kerja dengan cabang-cabang. Eh.. ternyata dan ternyata, tiba-tiba koneksi internet putus! Sebel banget ga seh? Yeaaah, we can’t live without internet, apalagi office aku kan punya branches lebih dari 20 yang tersebar di Indonesia dan harus di update all day. Ok, ada kendala pertama yaitu internet, dan yang paling sedih, aku nggak bisa browsing! Hahahaha…
Udah jam 12 nih, orang-orang udah mulai lapar,dan mencoba memesan makanan lewat telepon, but heyy.. lhoo? Kok telepon nggak bisa di pakai ya? O God.. ternyata telepon juga di putus dari telkom! Wow~ how come? Pastinya satu kuningan itu telepon putus. Trus gimana bisa biar tetep berhubungan dengan cabang ? bingung juga.. akhirnya beberapa karyawan yang memang harus connect ke branches pasrah dan nggak kerja. Belum lagi Join Finance harus menunda kerjaannya,karena perbankan Indonesiapun lumpuh! Agaaaiin?!!? Nggak cuma itu, ternyata jaringan seluler Telkomsel juga kena getahnya! Internet, Telepon, Bank, Telkomsel… sampe temen komentar ”kita tinggal tunggu lampu PLN di matiin” LoL… parah bener deh.. Tapi walaupun seperti itu, owner kantor (Mr. Hing) itu tetap datang! Gimana para karyawan nggak sayang sama Mr.Hing, selain ramah beliau juga tetap memberi contoh yang baik sama bawahannya. Tapi jam 12 sesudah makan siang, GM dari kantor bilang kalau kita semua bisa pulang….

Season City di depan rumah yang bebas banjir (promosi.com)
Hooraaaayy~ (jadi inget di sekolah kalau banjir dipulangkan) huahuahauhaua.. Tapi aku masih mau menikmati sepinya kantor, dan aku pulang jam 3 siang. But hey, aku dari mikrolet yang tadi itu tuh ke arah Karet, ternyata 1 jam!!!! SOOOB… T_T
Untung di dalam aku pergi sama dua orang temen kantorku.. Kita 1 jam di mikrolet.. menit ke 10 masih belum jalan,aku udah mulai bete deh.. Belum lagi aku ngantuk banget.. tapi di sebelah aku tuh ada sepasang cewek-cowok pacaran, mereka bercanda hihi hihi huhu hehe sambil melihat HP yang isinya mungkin foto mereka kali trus mereka tuh sampe cubit-cubitan dan pastinya aku yang disamping tuh kena badan cowoknya yang ga bisa diem karena geli or whateper… pheew, aku BT sampai akhirnya aku denger lagu juga dari HP ku, beberapa orang ada yang sampai di telepon ataupun smsan. Bosan denger lagu, aku chatting aja lewat HP di mikrolet, eh ternyata GPRS matrix masih bisa :p, pas saat aku OL, orang-orang pada BUZZ.. and they said, ”kamu di bolos ya?” “di rumah ya?” Etc.. aku bilang enak aje, aku tuh di jalan di mikrolet udah 30 menit lebih dan masih kurang dari ½ perjalanan ke tempat tujuan. Begitu mereka tau aku chat di mikrolet pake HP, mereka pada marah-marah dan suruh aku turn off the phone! Hahahaha.. yeah, they are worried bout me
Akhirnya aku juga bosen chat, soalnya pada sepi juga yang online
Finally, setelah 1 jam, akhirnya aku sampai juga di Karet, dan naik busway deh ke Gajah Mada, sampai GM aku malah shopping. Hueheuheuehe.. dan jam 6 kurang, aku baru pulang deh ke rumah. Pulang dari GM aku malah pergi ke Carefour MM sama ortuku, belanja makanan biasa sih, tapi disana tuh udah kayak belanja gratis aja. Semua jenis makanan pokok nyaris ludes, ingetin waktu jaman kerusuhan dulu. Belum lagi antrian kasir yang panjaaaaannggggnyaa ampoeen dahh.. But,hari itu seru juga lowwh!
Dan sabtu pagi ini aku mau gym nggak jadi karena di semeru grogol itu udah 1 meter dan begitu seram liatnya >.< Akhirnya cuma bisa duduk diam di rumah dan sedih juga karena UNINET nggak bisa online, tapi sempet cek email pakai HP dan yippie, ada email dari someone out there *blushing*..
Apa sih yang jadi pelajaran untuk kejadian kali ini? Yup… sedia payung sebelum hujan, sedia antangin sebelum masuk angin, dan sedia perahu karet sebelum air naik.. Anyway, turut prihatin buat Jakarta yang semakin lama semakin naik airnya, aneh siiihh.. masa kiriman dari Bogor ga abis2..!!

















huhuhuhu.. belum denger kisah sedih gw…
Seperti kita ketahui bersama, Jakarta dilanda banjir hebat pada awal Februari 2007 ini. Saya akan menyaksikan pertolongan Tuhan, dimana aku menerjang dahsyatnya banjir. Semoga menjadi berkat bagi kita semua, demikian kisahnya..
Jumat pagi, 2 Februari 2007 dimana hujan besar melanda Jakarta selama hampir 2 hari berturut-turut. Aku tetap pergi ke kantor seperti biasa dengan mengendarai sepeda motor dari rumahku di Kosambi Baru menuju kantor yg terletak di Kelapa Gading. Aku berangkat pukul 06.00 WIB, karena sudah waswas akan terjadinya banjir.
Aku tidak melewati Daan Mogot, karena daerah sana sudah langganan banjir. Jadi kuambil ke arah Kebon Jeruk. Tiba di perempatan Tomang, sudah macet total. Katanya underpass Tomang sudah mengalami banjir. Jadi kulewati jalan alternatif via Cawang, menuju Kelapa Gading. Di bawah jalan tol ir. wiyoto wiyono sudah mengalami banjir dan mogok berkali2. Dan sempat mendorong motor sejauh 5 kilometer sampai ke kantor. Boulevard Kelapa Gading sudah banjir waktu itu sepaha, sehingga tidak dapat dilalui sepeda motor.
Pulang dari kantor pukul 15.30 WIB, dengan mendorong motor hingga kurang lebih 10 km-an sampe Perempatan Coca Cola. Disana kutemui bengkel. Kuganti busi, tapi mesin tidak dapat distarter, setelah mengecek oli mesin, ternyata oli mesin sudah berubah warna jadi putih coklat seperti kopi susu, bukan warna item lagi. Dengan uang di dompet hanya 50.000 rupiah, sisa tinggal 10.000 untuk mengganti busi dan oli mesin.
Dan uang 10.000 rupiah juga habis untuk naik gerobak melalui Coca Cola karena dalamnya banjir. Di dompet tidak ada uang sama sekali. Aku begitu banyak bergumul di perjalanan, meminta pertolongan Tuhan agar aku dapat sampai rumah. Dari perempatan Coca Cola aku mendorong motor naik ke atas tol cawang, karena jalan masuk tol juga sudah banjir. Sampai atas tol cawang, puji Tuhan motorku dapat hidup kembali. Sendal jepit sempat putus, sehingga aku nyeker mendorong2 motor
Aku keluar tol semanggi hingga masuk ke tol kebun jeruk. Disana kulihat tangki besin, jarum meteran sudah menunjukkan ke arah E alias Empty. Aku bergumul, Tuhan bagaimana ini. Duit sudah tiada di dompet, sementara bensin sudah tinggal dikit. Apalagi tol kebun jeruk macet total, kendaraan tidak bisa bergerak.
Keluar Kebon Jeruk RCTI, ingin mengambil uang dari ATM di kebon jeruk, tapi tidak bisa, karena Kebon Jeruk RCTI, banjir sudah sedada. Aku kembali masuk tol kebun jeruk, dan sempat mogok, karena banjir meluap ke tol kebun jeruk. Keluar taman aries, aku sempat ngambil uang ATM BCA di CNI Puri Indah. Kekhawatiran tidak berhenti sampai di situ, karena pump bensin masih jauh. Aku tetap berdoa dalam perjalanan, meminta pertolongan Tuhan.
Di Outer Ring Road Cengkareng, banjir melanda, tingginya sampai sedengkul, sampai mendorong2 motor, tibalah di pump bensin Outer Ring Road. Puji Tuhan, kini kekhawatiran sudah sirna.
Sampai rumah, banjir sangat deras di jalanannya. Seperti aliran sungai dari gunung, demikian banjir itu mengalir di jalanan. Aku mendorong2 motor melawan arus. Hingga sampai rumah pukul 22.30 WIB. Begitu lama perjalanan selama 7 jam, dari Kelapa Gading ke Kosambi Baru dengan nyeker2, mendorong2 motor. Puji Tuhan, aku sampai di rumah.
Puji Tuhan kembali, rumah hanya dapur yg banjir, dan halaman rumah tergenang sedikit. Sedangkan jalanan di depan rumah, banjir sepaha.
Puji Tuhan sekarang sudah surut. Terima kasih atas penyertaan Tuhan dalam perjalananku pulang menerobos banjir.
nge-blog apa comment? :p
Comment by F1do — February 9, 2007 @ 5:01 am
huahuahua.. thanks for your comment fido :p rajin bener kasih kesaksian disini.. lol!!
Comment by elaine — February 10, 2007 @ 5:23 am