<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: BaNjiR..oOo..BaNjIR&#8230;</title>
	<link>http://elaine.blogsome.com/2007/02/05/banjirooobanjir/</link>
	<description>A new life... A new story...</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 06:22:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: elaine</title>
		<link>http://elaine.blogsome.com/2007/02/05/banjirooobanjir/#comment-91</link>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2007 05:23:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://elaine.blogsome.com/2007/02/05/banjirooobanjir/#comment-91</guid>
					<description>huahuahua.. thanks for your comment fido :p rajin bener kasih kesaksian disini.. lol!! </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>huahuahua.. thanks for your comment fido :p rajin bener kasih kesaksian disini.. lol!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: F1do</title>
		<link>http://elaine.blogsome.com/2007/02/05/banjirooobanjir/#comment-90</link>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 05:01:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://elaine.blogsome.com/2007/02/05/banjirooobanjir/#comment-90</guid>
					<description>huhuhuhu.. belum denger kisah sedih gw...

Seperti kita ketahui bersama, Jakarta dilanda banjir hebat pada awal Februari 2007 ini. Saya akan menyaksikan pertolongan Tuhan, dimana aku menerjang dahsyatnya banjir. Semoga menjadi berkat bagi kita semua, demikian kisahnya..

Jumat pagi, 2 Februari 2007 dimana hujan besar melanda Jakarta selama hampir 2 hari berturut-turut. Aku tetap pergi ke kantor seperti biasa dengan mengendarai sepeda motor dari rumahku di Kosambi Baru menuju kantor yg terletak di Kelapa Gading. Aku berangkat pukul 06.00 WIB, karena sudah waswas akan terjadinya banjir.

Aku tidak melewati Daan Mogot, karena daerah sana sudah langganan banjir. Jadi kuambil ke arah Kebon Jeruk. Tiba di perempatan Tomang, sudah macet total. Katanya underpass Tomang sudah mengalami banjir. Jadi kulewati jalan alternatif via Cawang, menuju Kelapa Gading. Di bawah jalan tol ir. wiyoto wiyono sudah mengalami banjir dan mogok berkali2. Dan sempat mendorong motor sejauh 5 kilometer sampai ke kantor. Boulevard Kelapa Gading sudah banjir waktu itu sepaha, sehingga tidak dapat dilalui sepeda motor.

Pulang dari kantor pukul 15.30 WIB, dengan mendorong motor hingga kurang lebih 10 km-an sampe Perempatan Coca Cola. Disana kutemui bengkel. Kuganti busi, tapi mesin tidak dapat distarter, setelah mengecek oli mesin, ternyata oli mesin sudah berubah warna jadi putih coklat seperti kopi susu, bukan warna item lagi. Dengan uang di dompet hanya 50.000 rupiah, sisa tinggal 10.000 untuk mengganti busi dan oli mesin.

Dan uang 10.000 rupiah juga habis untuk naik gerobak melalui Coca Cola karena dalamnya banjir. Di dompet tidak ada uang sama sekali. Aku begitu banyak bergumul di perjalanan, meminta pertolongan Tuhan agar aku dapat sampai rumah. Dari perempatan Coca Cola aku mendorong motor naik ke atas tol cawang, karena jalan masuk tol juga sudah banjir. Sampai atas tol cawang, puji Tuhan motorku dapat hidup kembali. Sendal jepit sempat putus, sehingga aku nyeker mendorong2 motor

Aku keluar tol semanggi hingga masuk ke tol kebun jeruk. Disana kulihat tangki besin, jarum meteran sudah menunjukkan ke arah E alias Empty. Aku bergumul, Tuhan bagaimana ini. Duit sudah tiada di dompet, sementara bensin sudah tinggal dikit. Apalagi tol kebun jeruk macet total, kendaraan tidak bisa bergerak.

Keluar Kebon Jeruk RCTI, ingin mengambil uang dari ATM di kebon jeruk, tapi tidak bisa, karena Kebon Jeruk RCTI, banjir sudah sedada. Aku kembali masuk tol kebun jeruk, dan sempat mogok, karena banjir meluap ke tol kebun jeruk. Keluar taman aries, aku sempat ngambil uang ATM BCA di CNI Puri Indah. Kekhawatiran tidak berhenti sampai di situ, karena pump bensin masih jauh. Aku tetap berdoa dalam perjalanan, meminta pertolongan Tuhan.

Di Outer Ring Road Cengkareng, banjir melanda, tingginya sampai sedengkul, sampai mendorong2 motor, tibalah di pump bensin Outer Ring Road. Puji Tuhan, kini kekhawatiran sudah sirna.

Sampai rumah, banjir sangat deras di jalanannya. Seperti aliran sungai dari gunung, demikian banjir itu mengalir di jalanan. Aku mendorong2 motor melawan arus. Hingga sampai rumah pukul 22.30 WIB. Begitu lama perjalanan selama 7 jam, dari Kelapa Gading ke Kosambi Baru dengan nyeker2, mendorong2 motor. Puji Tuhan, aku sampai di rumah.

Puji Tuhan kembali, rumah hanya dapur yg banjir, dan halaman rumah tergenang sedikit. Sedangkan jalanan di depan rumah, banjir sepaha.

Puji Tuhan sekarang sudah surut. Terima kasih atas penyertaan Tuhan dalam perjalananku pulang menerobos banjir.

nge-blog apa comment? :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>huhuhuhu.. belum denger kisah sedih gw&#8230;</p>
	<p>Seperti kita ketahui bersama, Jakarta dilanda banjir hebat pada awal Februari 2007 ini. Saya akan menyaksikan pertolongan Tuhan, dimana aku menerjang dahsyatnya banjir. Semoga menjadi berkat bagi kita semua, demikian kisahnya..</p>
	<p>Jumat pagi, 2 Februari 2007 dimana hujan besar melanda Jakarta selama hampir 2 hari berturut-turut. Aku tetap pergi ke kantor seperti biasa dengan mengendarai sepeda motor dari rumahku di Kosambi Baru menuju kantor yg terletak di Kelapa Gading. Aku berangkat pukul 06.00 WIB, karena sudah waswas akan terjadinya banjir.</p>
	<p>Aku tidak melewati Daan Mogot, karena daerah sana sudah langganan banjir. Jadi kuambil ke arah Kebon Jeruk. Tiba di perempatan Tomang, sudah macet total. Katanya underpass Tomang sudah mengalami banjir. Jadi kulewati jalan alternatif via Cawang, menuju Kelapa Gading. Di bawah jalan tol ir. wiyoto wiyono sudah mengalami banjir dan mogok berkali2. Dan sempat mendorong motor sejauh 5 kilometer sampai ke kantor. Boulevard Kelapa Gading sudah banjir waktu itu sepaha, sehingga tidak dapat dilalui sepeda motor.</p>
	<p>Pulang dari kantor pukul 15.30 WIB, dengan mendorong motor hingga kurang lebih 10 km-an sampe Perempatan Coca Cola. Disana kutemui bengkel. Kuganti busi, tapi mesin tidak dapat distarter, setelah mengecek oli mesin, ternyata oli mesin sudah berubah warna jadi putih coklat seperti kopi susu, bukan warna item lagi. Dengan uang di dompet hanya 50.000 rupiah, sisa tinggal 10.000 untuk mengganti busi dan oli mesin.</p>
	<p>Dan uang 10.000 rupiah juga habis untuk naik gerobak melalui Coca Cola karena dalamnya banjir. Di dompet tidak ada uang sama sekali. Aku begitu banyak bergumul di perjalanan, meminta pertolongan Tuhan agar aku dapat sampai rumah. Dari perempatan Coca Cola aku mendorong motor naik ke atas tol cawang, karena jalan masuk tol juga sudah banjir. Sampai atas tol cawang, puji Tuhan motorku dapat hidup kembali. Sendal jepit sempat putus, sehingga aku nyeker mendorong2 motor</p>
	<p>Aku keluar tol semanggi hingga masuk ke tol kebun jeruk. Disana kulihat tangki besin, jarum meteran sudah menunjukkan ke arah E alias Empty. Aku bergumul, Tuhan bagaimana ini. Duit sudah tiada di dompet, sementara bensin sudah tinggal dikit. Apalagi tol kebun jeruk macet total, kendaraan tidak bisa bergerak.</p>
	<p>Keluar Kebon Jeruk RCTI, ingin mengambil uang dari ATM di kebon jeruk, tapi tidak bisa, karena Kebon Jeruk RCTI, banjir sudah sedada. Aku kembali masuk tol kebun jeruk, dan sempat mogok, karena banjir meluap ke tol kebun jeruk. Keluar taman aries, aku sempat ngambil uang ATM BCA di CNI Puri Indah. Kekhawatiran tidak berhenti sampai di situ, karena pump bensin masih jauh. Aku tetap berdoa dalam perjalanan, meminta pertolongan Tuhan.</p>
	<p>Di Outer Ring Road Cengkareng, banjir melanda, tingginya sampai sedengkul, sampai mendorong2 motor, tibalah di pump bensin Outer Ring Road. Puji Tuhan, kini kekhawatiran sudah sirna.</p>
	<p>Sampai rumah, banjir sangat deras di jalanannya. Seperti aliran sungai dari gunung, demikian banjir itu mengalir di jalanan. Aku mendorong2 motor melawan arus. Hingga sampai rumah pukul 22.30 WIB. Begitu lama perjalanan selama 7 jam, dari Kelapa Gading ke Kosambi Baru dengan nyeker2, mendorong2 motor. Puji Tuhan, aku sampai di rumah.</p>
	<p>Puji Tuhan kembali, rumah hanya dapur yg banjir, dan halaman rumah tergenang sedikit. Sedangkan jalanan di depan rumah, banjir sepaha.</p>
	<p>Puji Tuhan sekarang sudah surut. Terima kasih atas penyertaan Tuhan dalam perjalananku pulang menerobos banjir.</p>
	<p>nge-blog apa comment? :p
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
